Secangkir teh manis madu , lima potong ubi goreng disiapkan istriku
di meja kerjaku pagi ini. Suasana di luar mendung. Beberapa hari ini
hujan turun begitu deras. Seorang teman mengabari aku melalui Facebook
kemarin, dia agak siang ngantor karena rumahnya banjir.
“Teh manis pagi ini koq bening Ma?” tanyaku pada isteriku yang sibuk membuat dadar jagung untuk sarapan.
“Madunya beda, kemarin pakai yang kita beli di Malang, ini aku pakai yang beli di toko swalayan kemarin” jawab istriku.
Kami mendiskusikan hal teh campur madu yang beda pagi ini. Teh yang
kami konsumsi tidak memakai gula pasir tetapi menggunakan madu sebagai
pemanisnya. Isteriku meyakini bahwa madu asli tidak mudah larut dan
menyatu dengan teh, hingga teh berwarna keruh. Sementara teh dengan
madu yang tidak asli lainnya akan cepat larut sehingga menyatu dengan
warna tehnya, bening!
“Madu yang tidak asli ada campuran airnya” kata istriku kemudian, seolah berprediksi.
Ah biarlah asal airnya panas , batinku.
Lagu-lagu country dari sebua radio Amerika yang aku akses melalui
internet radio masih terus mengiringi kegiatanku di hari Sabtu pagi ini.
Di meja kerjaku yang berantakan ini ada beberapa buku diantaranya
Change Of Agent, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang selalu sering
aku baca berulang dalam beberapa kalimat yang mengandung makna sastra
maupun filosofi Andrea. Begitu hebatnya Andrea dalam setiap untaian kata
demi katanya dalam novel tetralogi ini.
Kegiatan membaca disamping kegiatan lainnya bagiku adalah merupakan
mengisi keseimbangan. Di tengah hiruk piku pekerjaan dan kegiatan
lainnya ternyata membaca dapat menyeimbangkan pikiran yang kadang lelah
dan sedikit ngacau.Allah telah merancang kehidupan ini dengan
keseimbangan. Hal kecil yang perlu diperhatikan juga adalah keseimbangan
pola makan. Allah ciptakan dalam bumi ini segala jenis rasa, manis ,
pahit , asin dan asam untuk bisa dikonsumsi. Namun manusia telah
membiarkan semua itu dalam takaran yang ngawur. Semangka , buah merah
yang sangat manis adapula rasa hambarnya di bagian kulitnya bahkan sisi
kulit lainnya adakalanya rasa pahit, mungkin juga ini sebagai
penyeimbang rasa semangka manakala kita konsumsi dan bersenyawa dengan
enzim dalam perut kita? Sayang, orang disekitarku di kampung masih
berpedoman “asal berak dan kencing lancar itu berarti masih sehat!”
Tape recorder butut di pojok meja.Dua buah speaker dan sebuah
subwoofer Simbada melengkapi ruang kerja yang sempit dan hanya
mengandalkan udara luar ini. Untunglah ruangan ini berjendela dua besar
dan langsung menghadap ke halaman sehingga udara bisa lalulang dan
bersirkulasi dengan baik. Aku isi ruang kerja ini dengan kegiatan
menulis, mendengar musik baik itu dari CD, kaset dan radio. Aku pikir
dengan sebuah laptop saja sudah cukup untuk mendengar voice, video
bahkan data tetapi aku tak rela tape recorder tua dan beberapa kaset
“nano-nano” mulai dangdut sampai jazz itu harus aku campakkan, biar
dapat mengingatkan aku riwayat perjalanan teknologi!
Aku masih belum beranjak dari One FM Classic Country melalui internet
radio. Internet radio juga dikenal sebagai web radio, radio bersih,
radio streaming dan e-radio adalah layanan audio ditransmisikan melalui
internet. Musik streaming di Internet biasanya disebut sebagai
webcastingkarena tidak menular secara luas melalui cara-cara nirkabel.
Dari wikipedia yang aku jelajahi, internet radio melibatkan media
streaming , menyajikan pendengar dengan aliran kontinyu audio yang tidak
dapat dihentikan sementara atau diputar, seperti media penyiaran
tradisional; dalam hal ini, berbeda dengan on-demand file . Radio
internet juga berbeda dari Podcasting , yang melibatkandownload dari
pada streaming.
Melalui Windows Mediaplayer milik Microsoft ini hampir setiap pagi
sebelum ke kantor aku selalu mengakses radio country di berbagai belahan
dunia. Begitu bening suara yang aku tak dapat mendefinisikan bagaimana
laptop yang juga butut ini bisa menangkap suara-suara musik country yang
menggilaiku itu sampai di headset ataupun speaker akktiv? Gila!
radio-radio luar negeri menyajikan lagu-lagu tanpa henti, tanpa sponsor
dan jeda. Tidak seperti di Indonesia lagu merupakan selingan iklan,
kapan ada radio tanpa iklan?
Entah, musik country , yang didiskripsikan Wikpedia sebagai campuran
dari unsur-unsur musik
Amerika yang berasal dari Amerika Serikat Bagian
Selatan dan Pegunungan Appalachia. Musik ini berakar dari lagu rakyat
Amerika Utara, musik kelt,musik gospel, dan berkembang sejak tahun
1920-an. Istilahmusik country mulai dipakai sekitar tahun 1940-an untuk
menggantikan istilah musik hillbilly yang berkesan merendahkan. Pada
tahun 1970-an, istilah musik country telah menjadi istilah populer.
Istilah lain untuk genre musik ini adalah country and western, namun
sudah semakin jarang dipakai kecuali di Britania Rayadan Irlandia.
Musik ini telah menyatu dalam aliran darahku. Pagi ini berapa nomor
musik country telah tertelan telingaku, membangkitkan imajinasiku. Sad
Movie, Sweet memorys…begitu indah dan asyiknya. Padahal jenis lagu lagu
tersebut bisa juga diolah dalam berbagai versi bisa pop atau jazz,
tetapi telingaku akan lebih tawar dengan irama country! Untunglah aku
dapat menangkapmu radio country di sudut bumi ini, entah di
mana?***Nangkris
*”Di Sudut Sidomukti”