Kalau saja buku itu masih ada pasti akan aku tunjukkan kepada Anda. Buku tebal bergambar Jimmi Hendrix
, sengaja tidak aku sampul. Itu adalah kumpulan catatan sejarah mulai
kelas 1 hingga kelas 2, dan masih tersisa, cukup untuk dilanjutkan
hingga kelas 3 nanti. Hamper semua buku catatanku menjadi satu kesatuan
yang tak terpisahkan dari kelas 1 sampai kelas 3, terintegrasi dengan
bagus. Hal ini aku maksudkan disamping untuk kerapian hal ini juga
sangat membantu dalam mengukur kemampuan telusur satu matapelajaran dari
kelas satu hingga kelas dua.
Di dalam buku
itu adalah rangkuman diluar buku diktat. Setiap keterangan guru sejarah,
Pak Daud, selalu aku catat. Point demi point yang aku anggap itu
penting tak akan luput dalam catatanku. Ini penting. Karena guru yang
baik adalah tidak hanya mencari materi ulangan dari buku diktat tetapi
dari segala sumber bacaan lainnya, Koran dan catatan yang menjadi
keterangan dari buku diktat yang dijelaskan setiap mengajar di kelas.
Aku mempunyai corak tulisan yang bagus. Aku bisa menulis gedrik maupun latin dengan tegak, miring (italic).
Aku mencontoh tulisan Bapak yang bagus sekali. Sejak aktif sebagai
polisi sampai memimpin PEPABRI (Perkumpulan Purnawirawan ABRI) selalu
aku lihat dan sesekali aku contoh.
Dengan pangkat
terkahir sebagai AIPTU (Ajun Inspektur Satu atau LETTU (Letnan Satu) ,
dua strip di pundak, yang setingkat lagi menjadi Kapten, keberadaan
Bapak sangat dipentingkan saat purna. Sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola
Garuda. Sebagai Ketua Tennis Lapangan. Sebagai Ketua Bulutangkis ,
sebagai Ketua sebuah partai dan masih banyak lagi jabatan yang diemban
Bapak.
Karena buku
catatan sejarah ini begitu rapi dan komplit maka tak lepas jadi objek
pinjam meminjam antar teman. Baik teman cowok terlebih teman-teman
cewek. Hingga suatu saat Pak Daud, guru sejarah yang masih muda tetapi
rambutnya sudah banyak beruban, karena banyak menghafal sejarah
Indonesia dan Dunia. Mulai tahun perang , perjanjian bahkan tanggal
lahir tokoh pahlawan Nasional, saat mendekati IR, pacarku saat itu.
“Coba lihat
catatanmu, IR” pak Daud mendekati bangku IR sambil melepas kacamata
minusnya, dan mengambil buku catatan bergambar Jimmy Hendrix.
“Itu punya Yudi Pak” jelas IR. IR memanggilku dengan panggilan Yudi.
Tak ayal buku itu dibawa ke depan kelas oleh Pak Daud ditunjukkan kepada teman-teman.
“Kalau kalian
ingin belajar sejarah dengan runtut, contohlah catatan buku ini. Semua
yang saya jelaskan ada semua dalam catatan buku ini” kata Pak Daud.(dari
kumpulan:“Di Sudut Sidomukti”)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar