Salah satu organ penting bagi manusia
adalah mata. Mata sebagai pendeteksi cahaya apakah lingkungan sekitar
terang atau gelap. Lebih komplek mata mempunyai peran memberikan
pengertian visual. Setiap manusia normal memiliki sepasang mata, mata
kanan dan mata kiri. Melalui mata manusia dapat melihat segal sesuatu
isi dunia ini dengan segala visualnya. Berbagai warna dengan bantuan
cahaya.
Secara fisik organ mata bagian
luar terdiri dari bulu mata, alis mata dan kelopak mata, sedangkan organ
dalam jauh lebih komplek , karena organ dalam ini yang memiliki peran
penting dalam merefleksikan obyek yang ditangkap, kornea, pupil, lensa
mata, retina dan syaraf mata.
Alhamdulillah dengan
kebesaranNya sepasang mata yang masing-masing menangkap sebuah obyek,
akan diterjemahkan dalam satu objek, padahal kalau kita pejamkan salah
satu mata objekpun satu, begitu dua mata terbuka maka objekpun juga
satu. Memang ada teknik memunculkan dua obejk yang kita lihat dengan
menekan kelopak mata ke atas ataupun ke bawah. Hal ini terjadi ketidak
samaan sudut padang antara mata yang satu dengan mata yang lain.
Dalam arti lain apa yang kita
pandang dengan sepasang mata atau dua buah kelopak mata maka akan
diterjemahkan satu objek saja. Namun terkadang setelah melalui proses,
tak jarang kita melihat objek yang telah diterjemahkan mata tersebut
kemudian diolah dalam berbagai persepsi. Karena mata hanya bisa
memberikan visual tentang objek yang kita tangkap.
Hal lain begitu kita melihat
sebuak sosok kepribadian, dalam visual, memang nampak sebuah kepribadian
itu hanya satu objek saja, namun kemudian kita akan banyak
menterjemahkan bermacam-macam persepsi kepribadian tersebut. Apakah ini
sebuah manipulasi? Kenapa kita tidak bisa memandang satu bojek
kepribadian itu apa adanya, dalam satu sisi saja yaitu yang beraura
positip tentang sosok kepribadian tadi? seperti yang diterjemahkan oleh
mata?
Apakah memang karena
masing-masing kelopak mata manusia terdiri dari mata yang berorientasi
pada aura positip dan yang lainnya negatif terhadap sosok kepribadian?
hingga kemudian melalui proses menimbulkan berbagai persepsi dan
penialaian terhadap sebuah kepribadian?
Ya dengan dua buah kelopak mata
manusia bisa membuat satu visi dalam hidupnya, meski seiring
perkembangan kejiwaan visi itu selalu berubah-rubah? Kalau dengan dua
mata kita melihat satu kesatuan, mengapa Allah menciptakan manusia
dengan dua kelopak mata pada setiap manusia? Allahua'lam. Mudah-mudahan
Anda paham apa yang saya maksudkan ini. Karena yang ada dalam pemikiran
saya lebih dari apa yang saya tuangkan dalam tulisan
ini.(Nanagkris-puasa 14)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar