.....“Kalau kalian
ingin belajar sejarah dengan runtut, contohlah catatan buku ini. Semua
yang saya jelaskan ada semua dalam catatan buku ini” kata Pak Daud.(dari
kumpulan:“Di Sudut Sidomukti”)...selanjutnya...
Bag:2
“Karena
sejarah adalah pelajaran yang terkait waktu, maka masih ada kaitannya
dengan peristiwa terdahulu. Tidak apa-apa, seperti buku catatan ini, ada
lembar-lembar tempelan yang masih terkait waktu antara sejarah saat ini
dan sebelumnya” lanjut Pak Daud., membuat aku menjadi bangga.
Memang aku
selalu memberi tambahan dengan menempelkan catatan yang masih terkait
dengan catatan sebelumya. Tidak seperti teman-teman umumnya yang ditulis
di sembarang tempat. Dipojok buku, bahkan ditulis vertical
dicukup-cukupkan. Terkesan tidak rapi.
Pada akhirnya
Pak Daud meminjam buku itu saat mengajar di 4 ruang kelas 2 SMP. Aku di
II-1, sementara kelas yang lain yang aku maksud itu adalah kelas II-2,
II-3 dan II-4. Aku semakin bangga. Meski bermacam reaksi timbul dari
beberapa teman-temanku. Ada yang menyambutnya sinis dan menganggap
terlalu berlebihan. Karena Pak Daud memberikan instruksi agar membuat
kreasi catatan itu seperti buku milikku itu. Pokoknya buku catatan
sejarhaku seolah menjadi “pilot project” yang harus menjadi referensi.
Namun tak sediki yang memberi pujian dan ingin mencontohnya.
Satu-satunya
teman yang mempunyai hak istimewa meminjam itu adalah IR. Seolah-olah
buku komik “Gundala Putra Petir” , buku catatan sejarahku selalu di
bawa-baawa IR kemana-mana. Kadang terlalu berlebihan dengan
memamerkannya kepada rivalnya JT- CI (jangan tanya cewek
ini). Konon ibu IR terkesan dengan hasil karyaku ini. Dua penghargaan
sekaligus aku terima, dari IR dan ibunya, aku bangga sekali.(dari
catatan:Di Sudut Sidomukti)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar