Dengan penuh percaya diri meski
hatinya pahit, Sutinah tetap bertahan tersenyum, meski tidak tahu apa
sebenarnya yang terjadi dalam perasaannya, tat kala suamimya, si Jupri
mengatainya dengan sedikit manja
"Hemm
...aku bersyukur bertemu dengamu Tin, meski dikata orang bodymu
glinuk-glinuk" sambil merebahkan tubuhnya dengan tangan merentang hingga
bulu keteknya jelas.
"Alah mas gini-gini kamu ya tergila-gila sama aku" balas Sutinah nyengir.
"Ya aku tergila-gila sama (sensor-penulis) mu..loh tenan qi" sambil sedikit tersenyum mesra.
Entah apa selanjutnya yang dapat
terbaca dalam diri Sutinah apalagi perasaannya. Tetapi jelas semakin
dia dihina oleh orang yang mencintainya itu, malah Sutinah
berbunga-bunga. Setidaknya dia berfikir, bahwa seratus persen dia tahu
bahwa suaminya adalah orang yang sangat mencintainya dan setia.
Sutinah hanya berbekal keyakinan
kepada Allah dimana setiap melangkah seolah hatinya memohon agar Jupri
akan selalu menyintainya. Padahal dirinya sangat memaklumi kalaupun ada
gadis yang lebih cantik dari dirinya, Jupri bisa saja berpaling. Namun
dari sikap kedekatan batinnya dengan sang suami, Sutinah masih merasa
bahwa memang dialah pilihan Jupri.
Relasi yang nampak sangat
bertentangan , meski Jupri tak setampan Roy Martyn namun sedikit mirip
dengan Franky Sahilatua, semntara Sutinah berperawakan gemuk dan pendek ,
namun mempunya bibir tipis yang kenes, mata yang tajam dan selalu
riang. Daya tarik tersendiri rupayna bagi Jupri. Hubungan ini nampak
begitu matang dan merasa selalu tersanjung satu sama lain tat kala
muncul sentilan-sentilan masalah performance masing-masing.
Ikatan bathin yang terlalu rekat
satu sama lain, apapun gejolak yang terjadi , terjadilah! ini bukan
halangan untuk mereka apalagi harus berkonfrontasi hanya karena masalah
performance lahiriyah. Sutinah merasa cinta adalah lebih pada hubungan
batin darpada bentuk luar! Sutinah meyakini itu. Apalagi selama ini
segala daya upaya telah dikerahkannya hanya untuk suami dan 2 anaknya
itu.
Sutinah bukanlah perempuan
gedongan yang maunya selalu dipuja. Dan akan memaki-maki apabila
dikritik , maunya selalu didambakan dan selalu dicantikkan. Tidak ada
yang tahu dibalik semua itu terkadang hanyalah bayangan semu dan
pujian-pujian itu ibarat fatamorgana yang terjadi sebaliknya! Bagus,
Sutinah punya prinsip bahwa cinta bukanlah hanya hubungan lahiriyah,
penampakan dan lainnya yang kasat mata, tetapi lebih daripada hubungan
hati,batin dan rasa! Dan bila ini terus menerus terjadi akan berdampak
fatal !
Kenapa begitu, ya banyak
kontradiksi terjadi dalam perjodohan manusia, yang pendek mendapat jodoh
yang tinggi, jelek dengan cantik ataupun tampan. Sepertinya sangat
mengesampingkan hubunga lahiriyah. Mereka lebih menonjolkan hubungan
bathin dan cinta yang sesunggunya. Sehingga meski secara lahir Sutinah
harus sering berpisah dengan Jupri dalam jarak yang jauh dan dalam waktu
yang lama, bagi Sutinah hubungan batinnya serasa tidak ada jarak, dan
waktu seberapa lamapun baginya adalah sekejap saja.
Kunci kesetiaan itulah yang
selalu dilakukan untuk suaminya, hinga Sutinah yakin bahwa
sikap-sikapnya itulah adalah bak magent yang bisa mengangkat berton-ton
besi tua! Dan itulah mungkin yang membuat mereka bertahan dalam tatanan
rumah tangga yang utuh. ***Nangkris, (Romadhan suatu ketika)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar