Begitu bel sekolah berbunyi sekitar
jam 9 pagi tanda istirahat, para siswa sebuah sekolah langsung menyerbu
para penjual jajanan sekolah di luar pagar. Berbagai jajanan tersedia
seperti layaknya pasar malam. Ada pentol, martabak, cireng, berbagai
nuget dengan warna mentereng. Sementar di sebelah sana juga ada penjual
yang khusus menyediakan minuman dengan berbagai warna warni yang tak
kalah menariknya dari panggung Opera Van Java.
Seorang ibu dengan pakaian ala
kadarnya, lusush dan rambut kusut, memasukkan es batu ke dalam sebuah
bak es tebu yang encer. Digiling dengan gilingan pemutar bertenaga
diesel kecil , dimasukkannya batangan tebu yang sudah di kerik bersih,
tetapi belum terseleksi adakah diantara batangan itu tebu yang busuk dan
ada sarang ulatnya? maka sedetik kemudian keluarlah cairan hijau
"leteheq" agak ketua tuaan. Terus itu dialukan untuk mengisi bak mika
(mudah2an sdh dicuci alias distiriil) seperti layaknya aku ketika
mengisi bak mandi mushola tempat mengaji.
Penjual cireng juga tak kalah
serunya dengan minyak dipanci yang warnanya sudahmulai menghitam tanda
jenuh, namun tak sedikitpun ada upaya menggantikan dengan minyak yang
baru. Anak-anak sekolah mengelilinginya dengan seksama, begitu matang
dimasukkan dalam plastik, dilumuri saus "ketela" merah menyala, dibuburi
entah apa yang rasanya sangat disuka anak-anak. Dengan lahapnya mereka
anak-anak tak berdosa itu menyantap makanan-makanan cept saji itu. Entah
, diantara mereka apakah perutnya sudah "disarapi" dengan nasi masakan
ibu di rumah? yang jelas mereka sangat menikmati!
Para produsen2 itu tak mau tahu
dengan kandungan vitamin, ataupun zat berbahaya terhadap produknya.
Mereka tak akan ambil pusing dengan semuanya itu, yang ada dibenak
mereka adalah yang terpenting pulang dengan dagangan bersih dan uang
sudah siap ditangan untuk keluarganya. Karena hanya itu yang bisa mereka
lakukan.
Mereka tak tahu apa itu Rhodamin
B.Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industri
tekstil dan kertas. Rhodamin B berbentuk serbuk kristal merah keunguan
dan dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar. Zat itu sangat
berbahaya jika terhirup, mengenai kulit, mengenai mata dan tertelan.
Dampak yang terjadi dapat berupa iritasi pada saluran pernafasan,
iritasi pada kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan dan
bahaya kanker hati.
Sementara zat lainnya seperti
pewarna kuning Metanil. Apa pula ini? Zat pewarna kuning metanil adalah
pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan cat berbentuk
serbuk atau padat yang berwarna kuning kecoklatan.Dalam takaran tertentu
bisa membahayakan kantung kemih!
Belum lagi bahan pengawet yang
sudah populer sedemikian juga pemakaiannya oleh para pemburu "mangsa"
anak sekolah itu dipopulerkanyaitu Formalin! Aduh! itu terjadi sepanjang
masa sampai saat ini kalau kita perhatikan.
Siapa yang salah? mereka tak
pernah mendapatkan sosialisasi? penyuluhan tentang bahaya produk yang
dijualnya. Atau juga ada yang telah mengetahuinya tentang bahaya
produknya? karena alasan instan, biaya murah dan bahannya sangat mudah
didapat! Ini tanggungjawab siapa pula? karena dalam dekade tertentu
banyak kasus terjadi sebagai dampak menkonsumsi bahan-bahan kimia ini.
Solusi awal yang seharusnya kita
lakukan sebagai orang tua adalah, dengan memberikan penyuluhan terhadap
anak-anak kita tentang bahaya bahan-bahan makanan yang terkandung dalam
jajanan sekolah. Sebagai bentuk tindakan preventiv berilah mereka sangu
makanan dari rumah yang jelas dari bahan apa ibu memasaknya. Hindarilah
memberikan uang jajan yang berlebihan.
Mudah2an hal ini akan sedikit
memeberikan gambaran terhadap para orang tua terhadap generasi muda yang
akan hidup bertahun tahun lagi. Mereka sebagai wakil orang tua di bumi
nantinya. Akankah kita biarkan mereka terus menerus menkonsumsi zat-zat
yang dapat meracuni mereka. Maka bergegaslah dan cepatlah bertindak,
baik orang tua, pemerintah, sekolah dan para konsumen2 itu. Semoga
mereka tidak semata-mata mencari "mangsa" hanya untuk kuntungan semata
dan Allah akan memberikan petunjuk kepada kita semua.Amin***Nangkris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar